Laporan PKL Budidaya Tanaman Jagung Manis Di BPTP Gorontalo

Hay teman-teman….!!! Gimana kabar kalian Siswa-siswa SMK Pertanian????? Baik tochh????

nahhh…. yang menyulitkan di saat akhir PKL adalah Penyusunan Laporan PKL di Blogg ini saya akan memberikan bantuan kepada teman-teman SMK Pertanian yang melaksanakan PKL di BPTP Gorontalo yaitu FILE contoh laporan. contoh laporan ini saya kutip dari salah satu siswa Peserta PKL dari SMKN I Wonosari tahun 2013 yang melaksanakan PKL di BPTP Gorontalo atas nama BAMBANG HARIYANTO.. kenal tochhhh???

Semoga Data Ini dapat bermanfaat bagi teman-teman…. makacihhhhhh……..!!

BY : Agus Supu

BAB I

PENDAHULUAN

 

 

1.1  Latar Belakang

Jagung berperan penting dalam perekonomian nasional dengan berkembangnya industri pangan yang ditunjang oleh teknologi budi daya dan varietas unggul. Untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri yang terus meningkat, Indonesia mengimpor jagung hampir setiap tahun. Pada tahun 2000, impor jagung mencapai 1,26 juta ton (BPS 2005).

Selain untuk pengadaan pangan dan pakan, jagung juga banyak digunakan industri makanan, minuman, kimia, dan farmasi. Berdasarkan komposisi kimia dan kandungan nutrisi, jagung mempunyai prospek sebagai pangan dan bahan baku industri. Pemanfaatan jagung sebagai bahan baku industri akan memberi nilai tambah bagi usahatani komoditas tersebut. Jagung merupakan bahan baku industri pakan dan pangan serta sebagai makanan pokok di beberapa daerah di Indonesia. Dalam bentuk biji utuh, jagung dapat diolah misalnya menjadi tepung jagung, beras jagung, dan makanan ringan (pop corn dan jagung marning). Jagung dapat pula diproses menjadi minyak goreng, margarin, dan formula makanan. Pati jagung dapat digunakan sebagai bahan baku industri farmasi dan makanan seperti es krim, kue, dan minuman.

Berdasarkan uraian di atas maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian yang berjudul budidaya tanaman jagung manis (Zea Mays Saccharata Sturt)

2.2 Rumusan Masalah

Dari latar belakang diatas maka dapat dirumuskan masalah sebagai beriktu :
1.  Pembudidayaan jagung manis yang tidak benar bisa menimbulkan kerugian bagi petani ..

2.  Bagai mana cara budidaya tanaman  jagung manis (Zea mays Saccharata Sturt.) yang

dianjurkan?

1.3   Tujuan
Tujuan dari penulis melakukan penelitian ini  adalah agar  penulis dan pembaca bisa mengetahui bagaimana cara membudidayakan tanaman jagung manis yang benar

BAB II

KERANGKA PIKIR/TEORI

 

 

2.1 Morfologi Tanaman Jagung Manis

Tanaman jagung termasuk famili rumput-rumputan (graminae) dari subfamili myadeae. Dua famili yang berdekatan dengan jagung adalah teosinte dan tripsacum yang diduga merupakan asal dari tanaman jagung. Teosinte berasal dari Meksico dan Guatemala sebagai tumbuhan liar di daerah pertanaman jagung.

2.2 Sistim Perakaran

Jagung mempunyai akar serabut dengan tiga macam akar, yaitu (a) akar seminal, (b) akar adventif, dan (c) akar kait atau penyangga. Akar seminal adalah akar yang berkembang dari radikula dan embrio. Pertumbuhan akar seminal akan melambat setelah plumula muncul ke permukaan tanah dan pertumbuhan akar seminal akan berhenti pada fase V3. Akar adventif adalah akar yang semula berkembang dari buku di ujung mesokotil, kemudian set akar adventif berkembang dari tiap buku secara berurutan dan terus ke atas antara 7-10 buku, semuanya di bawah permukaan tanah. Akar adventif berkembang menjadi serabut akar tebal. Akar seminal hanya sedikit berperan dalam siklus hidup jagung. Akar adventif berperan dalam pengambilan air dan hara. Bobot total akar jagung terdiri atas 52% akar adventif seminal dan 48% akar nodal. Akar kait atau penyangga adalah akar adventif yang muncul pada dua atau tiga buku di atas permukaan tanah. Fungsi dari akar penyangga adalah menjaga tanaman agar tetap tegak dan mengatasi rebah batang. Akar ini juga membantu penyerapan hara dan air

2.3 Batang dan daun

Tanaman jagung mempunyai batang yang tidak bercabang, berbentuk silindris, dan terdiri atas sejumlah ruas dan buku ruas. Pada buku ruas terdapat tunas yang berkembang menjadi tongkol. Dua tunas teratas berkembang menjadi tongkol yang produktif. Batang memiliki tiga komponen jaringan utama, yaitu kulit (epidermis), jaringan pembuluh (bundles vaskuler), dan pusat batang (pith). Bundles vaskuler tertata dalamlingkaran konsentris dengan kepadatan bundles yang tinggi, dan lingkaran- lingkaran menuju perikarp dekat epidermis. Kepadatan bundles berkurang begitu mendekati pusat batang

Beberapa genotipe jagung memiliki antocyanin pada helai daunnya, yang bisa terdapat pada pinggir daun atau tulang daun. Intensitas warna antocyanin pada pelepah daun bervariasi, dari sangat lemah hingga sangat kuat.

2.4 Bunga

Jagung disebut juga tanaman berumah satu (monoeciuos) karena bunga jantan dan betinanya terdapat dalam satu tanaman. Bunga betina, tongkol, muncul dari axillary apices tajuk. Bunga jantan (tassel) berkembang dari titik tumbuh apikal di ujung tanaman. Pada tahap awal, kedua bunga memiliki primordia bunga biseksual. Selama proses perkembangan, primordia stamen pada axillary bunga tidak berkembang dan menjadi bunga betina. Demikian pula halnya primordia ginaecium pada apikal bunga, tidak berkembang dan menjadi bunga jantan (Palliwal 2000). Serbuk sari (pollen) adalah trinukleat. Pollen memiliki sel vegetatif, dua gamet jantan dan mengandung butiran-butiran pati. Dinding tebalnya terbentuk dari dua lapisan, exine dan intin, dan cukup keras. Karena adanya perbedaan perkembangan bunga pada spikelet jantan yang terletak di atas dan bawah dan ketidaksinkronan matangnya spike, maka pollen pecah secara kontinu dari tiap tassel dalam tempo seminggu atau lebih.

2.5 Tongkol dan biji

Tanaman jagung mempunyai satu atau dua tongkol, tergantung varietas. Tongkol jagung diselimuti oleh daun kelobot. Tongkol jagung yang terletak pada bagian atas umumnya lebih dahulu terbentuk dan lebih besar dibanding yang terletak pada bagian bawah. Setiap tongkol terdiri atas 10- 16 baris biji yang jumlahnya selalu genap.

Biji jagung disebut kariopsis, dinding ovari atau perikarp menyatu dengan kulit biji atau testa, membentuk dinding buah. Biji jagung terdiri atas tiga bagian utama, yaitu (a) pericarp, berupa lapisan luar yang tipis, berfungsi mencegah embrio dari organisme pengganggu dan kehilangan air

2.6              Karakteristik Pati Jagung

Biji jagung mengandung pati 54,1-71,7%, sedangkan kandungan gulanya  2,6-12,0%. Karbohidrat pada jagung sebagian besar merupakan komponen pati, sedangkan komponen lainnya adalah pentosan, serat kasar, dekstrin, sukrosa, dan gula pereduksi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

KEGIATAN  BUDIDAYA JAGUNG MANIS

Kegiatan perbanyakan benih jagung yang dipraktikkan selama Prakerin di BPTP provinsi Gorontalo adalah :

3.1. Teknik Budi Daya

Sebelum dilakukan penanaman untuk perbanyakan benih jagung terlebih dahulu dilakukan :

  • Pemilihan Benih Sumber

Dalam pemilihan benih sumber yang perlu diperhatikan adalah unsur fisiologis (panen) ketahanan hama dan penyakit, kualitas dan potensi hasil.

  • Penanaman dan pemeliharaan

1. Pengolahan Tanah

Untuk mengolah tanah, tanah terlebih dahulu di cangkul atau dibajak 1 kali sedalam 15 – 20 Cm, Gulma dan sisa tanaman dibenamkan, tanah digaruh sampai rata minimum 1 minggu sebelum tanam. Untuk PH tanah yang baik berkisar antara 5,5 – ¬6,5 dan apabila PH tanah di bawah dari 5,5 cara penanggulangannya yaitu dengan memberikan kapur, dan apa bila tingkat keasamaan tanah tinggi cara penanggulangannya yaitu dengan cara memberikan belerang. Pengolahan tanah dilakukan 2 kali yaitu pengolahan tanah bongkahan dan penggemburan tanah dilakukan selama 2 minggu.

2. Cara Penanaman

Untuk penanaman benih jagung, tanah di tugal sedalam 3 – 5 Cm untuk jumlah biji dalam satu lobang 2 – 3 biji, jarak tanam yang telah digunakan yaitu 40 X 90 Cm. Tanaman jagung dapat tumbuh baik pada tanah rendah sampai dengan sedang. Tanah yang gembur dan subur, tekstur tanah lempung berdebu merupakan yang terbaik untuk pertumbuhannya.

3.2  Pemupukan

Pemupukan bertujuan untuk menambah kandungan unsur hara yang terkandung di dalam tanah, agar suatu tanaman menjadi subur, kualitas dan potensi hasil semakin meningkat.

a. Macam-macam pupuk yang diberikan

1. Pupuk Alam

Pupuk Alam Yaitu pupuk yang dihasilkan dari alam. Contohnya : pupuk kandang, pupuk kompos/pupuk hijau. Pemberian pupuk alam ini dilakukan atau diberikan pada saat sebelum penanaman, tempatnya diberikan di dalam lobang yang akan ditanamkan benih

2. Pupuk Buatan

Pupuk Buatan yaitu pupuk yang dihasilkan melalui proses tertentu/yang dihasilkan dari sebuh industri. Contohnya Pupuk Urea, Pupuk TSP, Pupuk KCL dan lain-lain.

3.3. Penyiangan

Di dalam melakukan penyiangan ada terdapat 2 macam, yaitu penyiangan pertama dilakukan pada minggu ke-3 setelah tanam. Kemudian dilanjutkan penyiangan kedua pada minggu ke-5 setelah tanam sekaligus dilakukan pembumbunan pada tanaman jagung. Penyiangan tersebut dilakukan dengan cara manual yaitu dengan cara menggunakan cangkul.

Tanah yang digunakan untuk pembumbunan harus tinggi supaya bila jagung sudah besar tidak mudah rebah/tumbang karena angin dan tanah habis terkena erosi. Selain itu juga pembumbunan berfungsi untuk mendekatkan unsur hara akar tanaman jagung.

3.4. Penyulaman

Penyulaman tanaman jagung dilakukan 7 hari setelah tanam, penyulaman dilakukan pada benih yang tidak tumbuh, atau tidak berkecambah. Penyulaman dilakukan guna keseragaman tanaman tetap terpelihara serta pupuk yang diberikan tetap bermanfaat dengan adanya tanaman baru tersebut. Cara penyulaman itu sendiri dilakukan dengan menugal ulang tiap titik lobang tanah awal yang tidak tumbuh tersebut.

3.5. Pengendalian Hama Penyakit

Setelah dilakukan penyiangan pada tanaman jagung kita juga harus menanggulangi hama penyakit dengan cara :

  • Pembersihan lingkungan
  • Pengamatan secara teratur
  • Penyemprotan dengan insektisida yang aktif
  • Pemberantasan hama secara teratur dan aman, bagi tanaman jagung.

Penyemprotan hama dilakukan setiap seminggu sekali, karena perkembangbiakan pada hama yang menyerang tanaman jagung, waktu pertumbuhan hama ialah 10 hari. Jadi, penyemprotan.hama tersebut dilakukan sebelum hama-hama tersebut menetas.

Secara umum Hama yang menyerang tanaman jagung adalah :

ü  Ulat Grayak (Spodoptera Sp)

ü  Ulat Tongkol (Heliothis Armigera)

ü  Ulat Pengerat (Dactylispa Balyi)

Tujuan dari pengendalian hama penyakit ialah menurunkan populasi hama sampai dengan populasinya tidak merugikan secara ekonomis dengan cara memutuskan siklus hidup organisme pengganggu tersebut.

Sedangkan penyakit yang menyerang pada tanaman jagung yaitu penyakit Bulai (Jamur Solerospora Maydis). Gejala penyakit ini ialah menyerang pada tanaman yang muda (14 – 21 Hst). Ciri-cirinya : Daunnya menguning, menjadi kaku, runcing dan permukaan bawah daun terdapat lapisan tepung berwarna putih (Spora Jamur). Cara pengendaliannya yaitu dengan cara mencabut batang jagung yang terserang penyakit Bulai .

3.6. Pengairan

Dalam suatu lahan tanaman pengairan sangat dibutuhkan, karena untuk mempermudah perkecambahan biji dan kebutuhan air ini banyak digunakan saat tanaman jagung mulai berbunga sampai berbuah. Tanaman jagung pada waktu pembungaan dan pembentukan malai atau tongkol apabila terjadi kekurangan air akan mengakibatkan layunya daun selama 1 – 2 hari. Sehingga dapat menurunkan hasil sampai 22 % sedangkan bila layunya daun selama 5 – 8 hari dapat menurunkan hasil sampai 50 %.

 

3.7. Pemangkasan Bunga Jagung

Tujuan Pemangkasan bunga jagung yaitu :

ü  Agar dapat mempercepat keringnya buah jagung

ü  Agar dapat mencegah terjadinya jamur

ü  Agar dapat menuakan buah jagung

ü  Supaya memudahkan dalam sortasi buah untuk benih

3.8  Kegiatan

v  Didalam kegiatan Prakerin di BPTP provinsi GORONTALO ini terdapat langkah-langkah yang harus dilakukan yaitu :

v  Persiapan Lahan

  • kegiatan tersebut adalah menebas rumput-rumput yang tumbuh di lingkungan lahan jagung yang akan di tanam serta membersihkan sekitaran lahan jagung, parit-parit, perbaikan terasering menggemburkan tanah dengan Hand Tractor.

v  Penanaman

  • Untuk penanaman benih jagung, tanah di tugal sedalam 3 – 5 Cm untuk jumlah biji dalam satu lubang 2 – 3 biji, jarak tanam yang telah digunakan yaitu 40 X 90 Cm.

v  Penyisipan

Penyisipan adalah penanaman kembali bibit jagung yang tidak tumbuh dan dilakukan pada saat bibit umur 1 minggu setelah tanam.

v  Pemupukan

Pupuk yang digunakan dalam menanam jagung ada 2 jenis pupuk yaitu :

  • Pupuk alam
  • Pupuk alam didalam pertanian sering dinamakan pupuk kandang atau kompos
  • Pupuk buatan
  • Pupuk buatan adalah pupuk yang sudah diolah oleh manusia dan sudah diberikan campuran kimia, misalnya pupuk Urea,

v  Penyiangan dan Pembumbunan

Penyiangan lahan jagung ada 2 tahap yaitu :

  • Tahap Pertama dilakukan pada minggu ke tiga
  • Tahap Kedua pada minggu ke lima setelah tanam sekaligus pembumbunan. Penyiangan menggunakan cangkul yang disiang adalah rumput yang tumbuh dilahan jagung bukan di daratan tanaman karena umur jagung dan ketahanan jagung tersebut masih lemah/rentan patah. Dan pembumbunan dilakukan dengan cara mendekatkan tanah pada akar tanaman supaya akar tidak mudah rebah dan sekaligus mendekatkan unsur hara.

v  Pengendalian Hama dan Penyakit

Pengendalian hama dan penyakit dilakukan secara rutin yaitu pembersihan lingkungan, pengamatan secara teratur dan penyemprotan dengan insektisida yang efektif. Penyemprotan dilakukan seminggu sekali karena perkembangbiakan hama pada tanaman jagung semakin .

v  Panen

Jagung siap dipanen apabila dilihat dari klobotnya berwarna coklat muda dan kering serta bijinya mengkilat, dan cara lainnya yang dapat dilakukan adalah menekan dengan kuku apabila tidak berbekas maka jagungnya sudah siap panen (kadar air 35 – 40 %).

v  Pasca Panen

Perlakuan hasil panen untuk benih dengan cara dikupas tongkolnya, di seleksi dan selanjutnya dikeringkan sampai kadar air 18 %. Kemudian dipipil dan dikeringkan lagi sampai kadar air 12 %. Jika menggunakan mesin pengering benih (Seed dryer) benih jagung yang masih berkadar air masih relatif tinggi yang dikeringkan pada suhu 30 – 35°C.

v  Perlakuan dan Pengemasan

Perlakuan benih jagung dilakukan terutama untuk melindungi benih dari serangan penyakit yang terdapat didalam tanah .bila belum ditanam perlakuan benih dilakukan dengan pencampuran fungisida ridomil dengan dosis 5 Gram/1 Kg benih. Sebelum dicampur dengan benih, ridomil diberi air hingga membentuk pasta. Jumlah air yang diberikan tidak melebihi batas yang dianjurkan karena dapat meningkatkan kadar air benih dan menurunkan daya simpan serta daya tumbuh benih.

Benih yang telah diberikan perlakuan fungisida, selanjutnya dikemas dengan kemasan yang telah disediakan dan dipasang label sertifikasi dari BPSB.

BAB IV

PENUTUP

 

4.1 Kesimpulan

Dari hasil kegiatan yang saya lakukan selama PKL (praktek kerja lapangan )saya dapat menarik kesimpulan  bahwa :

  1. Kebutuhan konsumsi jagung di Indonesia terus meningkat di sebabkan meningkatnya jumlah penduduk di Indonesia
  2. Jagung dapat di olah kembali menjadi bahan olahan seperti minyak goring ,tepung maizena,asam organik,makanan kecil dan industry pakan ternak

4.2 Saran

  1. Pada saat melakukan budidaya tanaman jagung sebaiknya di perhatikan dengan baik .petani jagung dulu memikirkan harga atau nilai nominal yang keluar dari perawatan jagung karena jika hasil budidaya baik maka petani akan mendapatkan keuntungan

Kerena jagung juga dapat di olah menjadi bahan baku industri lain sehingga keuntungan yang di dapat petani lebih tinggi lagi.

DAFTAR PUSTAKA

 

 

  • Fergason, V. 1994. High amylose and waxy corn. In: A. R. Halleuer (Ed.) Specialty Corns. CRC Press Inc. USA.
  • Hardman and Gunsolus. 1998. Corn growth and development. Extension Service. University of Minesota. p.5.
  • Lambert, R.J. 1994. High oil corn hybrids. In: Arnel R. Halleuer (Ed.). Specialty corns. CRC Press Inc. USA.
  • Lee, C. 2007. Corn growth and development. http://www.uky.edu/ag/grain crops.
  • McWilliams, D.A., D.R. Berglund, and G.J. Endres. 1999. Corn growth and management quick guide.www.ag.ndsu.edu.
  • Paliwal. R.L. 2000. Tropical maize morphology. In: tropical maize: improvement and production. Food and Agriculture Organization of the United Nations. Rome. p 13-20.
  • Smith, M.E., C.A. Miles, and J. van Beem. 1995. Genetic improvement of maize for nitrogen use efficiency. In Maize research for stress environment. p. 39-43.
  • Syafruddin. 2002. Tolok ukur dan konsentrasi Al untuk penapisan tanaman jagung terhadap ketenggangan Al. Berita Puslitbangtan 24: 3-4.
  • Tracy, W. F. 1994. Sweet corn. In: A. R. Halleuer (Ed.) Specialty corns. CRC Press Inc. USA.
  • Vasal, S.K. 1994. High quality protein corn. In: A. R. Halleuer (Ed.). Specialty corns. CRC Press Inc. USA.
  • White, P.J. 1994. Properties of corn strach. In: A. R. Halleuer (Ed.). Specialty corns. CRC Press Inc. USA.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 2,542 other followers

%d bloggers like this: